BLOGGER TEMPLATES Funny Pictures

Selasa, 01 Juli 2014

Ramadhan Beribu Hikmah

Assalamu'alaikum wr.wb\
Sahabat-sahabatku para pembaca..
Saat ini kita telah tiba di bulan yang penuh rahmat dan ampunan-Nya.
Bulan yang selalu ditunggu-tunggu oleh kita umat Islam karena di Bulan ini Allah memberi pahala yang berlipat dibanding hari biasa..
Bagi sahabat-sahabatku para pembaca, khususnya yang masih remaja biasanya bulan Ramadhan disibukkan dengan kegiatan di masjid seperti menyiapkan takjil untuk jamaah, menata tikar untuk shalat tarawih, menyiapkan zaburan atau snack setelah sholat tarawih, tadarus, dan lain sebagainya. Namun tidak semua remaja yang beragama Islam tertarik atau ikutserta dalam kegiatan semacam itu.
Sahabatku sekalian.. 
Alangkah baiknya bila kita sebagai umat muslim menyambut gembira datangnya bulan suci Ramadhan dengan memperbanyak amal serta mengabdikan diri pada masyarakat.
Sudah saatnya bagi para generasi muda membangun ukhuwah atau ikatan antar umat muslim seperti bekerjasama menjadi panitia ramadhan di masjid. Meskipun kita tidak diberi imbalan materi namun bila ikhlas menjalankannya insya Allah kita akan mendapat balasan yang paling mulia yakni ridho dari Allah SWT..
Sahabatku sekalian..
Saya ingin bercerita tentang keadaan remaja di kampung tempat tinggal saya..
Pergaulan remaja di kampung tempat tinggal saya cukup memprihatinkan.. Banyak terjadi pergaulan bebas yang pada akhirnya membuat hal yang tidak diinginkan seperti hamil di luar nikah.. Nau'dzubillah min dzalik..
Alhamdulillah, Allah masih melindungi saya sehingga tidak terjerumus ke jalan yang di murkai Allah. Ini justru membuat saya bersemangat untuk merubah keadaan lingkungan saya.. Saya selalu berdoa,"Ya Allah mudahkan langkah hambaMu"..
Ramadhan tahun lalu.. di kampung tempat tinggal; saya hanya beberapa remaja saja yang mau tadarus bersama. Namun pada Ramadhan tahun ini Allah memberikan hidayahNya melebihi tahun lalu. Tahun ini yang ikut tadarus banyak sekali sampai belasan orang biasanya hanya bisa dihitung jari.. Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Alhamdulillah..
Puji syukur tak henti saya ucapkan kehadirat Allah SWT,merinding hati saya pada malam itu..
Ya Allah terimakasih.. menyadarkan teman-teman hambaMu ini..
Hamba hanya bisa berusaha mengajak namun tanpa hidayah dan kehendakMu mungkin ini juga akan menjadi percuma.
Ramadhan tahun ini ,menjadi lebih bewarna.. Ini baru kejutan yang diberikan Allah sampai Ramadhan hari ke-5, saya yakin Allah pasti akan memberi kejutan lain di hari selanjutnya..dan semoga Ramadhan di tahun selanjutnya juga lebih indah.. Terimakasih Ya Allah.. HambaMu sangat menyayangimu.. :)
Sahabatku sekalian..\
Tetap semangat ya.. ^_^ Apapun cobaan yang Allah berikan saat kita berada di medan dakwah hadapi lah dengan berserah diri pad-Nya semoga Allah memudahkan langkah kita.. Aamiiin ya rabbal 'alamin..

Jumat, 14 Maret 2014

Jeles No Way!

Assalamu'alaikum sahabat-sahabatku para pembaca..
Malem ini terasa begitu besar nikmat yang diberikan Allah.. :)
Semula aku merasa amat sangat sedih dan ada sebuah rasa cemburu di hatiku terhadap sosok hamba Allah yang lain namun ku sadari semua itu ada pada porsinya..
Allah tahu apa yang aku butuhkan dan apa yang aku inginkan. Semua itu Allah berikan untukku dengan percuma..
Aku menyadari aku hanyalah seorang insan yang penuh dengan salah dan dosa dengan hati yang rapuh. Meski aku terus mencoba untuk memperbaiki diri rasanya menjadi menyesakkan saat melihat diriku terlihat lebih buruk dari orang lain. Tapi aku percaya di dunia ini masih banyak orang yang bisa menerima segala kekurangan dan kelebihanku.. Ada keluargaku yang selalu di sampingku, ada sahabat-sahabatku, dan juga teman-temanku..
Well, ngomongin masalah sahabat.. Aku baru aja buka e-mail dan membaca inboxku dua tahun yang lalu.. Haha ternyata lucu juga.. Masa di mana aku bener-bener terbuka sama sahabatku itu.. dan masa di mana aku bener-bener ngrasa deket sama dia.. Tapi sampai sekarang kami masih tetep deket kok, meski kita jarang kontak. Aku sengaja benernya agak menjauh.. Sebenarnya nggak bisa dibilang menjauh juga tapi in fact.. yeah like that.. Aku sebenarnya cuma ingin menjaganya dari jauh.. Menjaga agar dia tetap bersinar dan menjadi orang yang aku kagumi.. Haduuh.. aku pengen bilang sesuatu tapi malu.. dia pasti baca tulisanku juga.. ga bilang juga takut dia salah paham..
Pada intinya ini kembali pada janji yang kubuat sendiri untuk tetap menjaganya.. Menjaga dari apa itu? di situlah intinya.. yang jelas hanya aku, Allah, hatiku yang tahu..
Astaghfirullahal 'adzim.. Semoga tulisan ini tidak membuat orang lain berprasangka dan bila memang menyakitkan seseorang mohon dimaafkan.. Jikalau engkau wahai sahabatku tahu apa yang selama ini aku jaga untukmu mungkin kau pasti lega..
Okey.. sahabat-sahabatku para pembaca back to topic.. Bagi siapapun yang saat ini merasa dirinya tidak lebih baik dari orang lain.. Syukurilah.. Allah masih memberimu nafas untukmu hidup dan menyembahnya :)
Sebenernya merasa lebih hebat dari orang lain juga nggak baik coz bisa membawa kalian pada rasa takabur bisa-bisa lupa sama Allah.. Na'udzubillah min dzalik..Hiiiy.. jangan sampai ya,guys.. Ayo para kader dakwah jangan lupa pada tugas kita ya.. Oke? :D

Semangat Fastabiqul Khairat!
Allahu Akbar!

Wassalamu'alaikum wr.wb

Sabtu, 08 Maret 2014

Apakah Indonesia Mayoritas Muslim?

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaikum wr wb
Apa kabar sahabat-sahabatku para pembaca? Semoga Allah selalu melimpahkan nikmat kesehatan padamu.. :)

Sahabat-sahabatku kita ini tinggal di sebuah negara yang mayoritasnya adalah muslim. Lalu kenapa bila mayoritas orang Indonesia beragama Islam tetapi maksiat masih merajalela atau bisa juga disebut krisis akhlaq, sunah Rasul ditinggalkan, banyak pejabat pemerintahan yang korupsi, krisis kepercayaan terjadi diberbagai lini, mahasiswa banyak yang demo karena menganggap banyak ketidakadilan di negeri ini, dan masih banyak lagi problematika umat yang lain?? Apa sih yang bisa dibanggain dengan negara yang mayoritas Islam tapi aqidah dan akhlaq masyarakatnya masih amat sangat labil.

Rasululllah SAW telah memperingatkan kita semua umat manusia dalam salah satu hadist beliau bersabda," Hampir terjadi keadaan yang mana umat-umat lain akan mengerumuni kalian bagai orang-orang yang makan mengerumuni makanannya." Salah seorang sahabat berkata,"Apa karena sedikitnya kami ketika itu?"Nabi berkata:"Bahkan, pada saat itu kalian banyak jumlahnya, tetapi kalian bagai ghutsa' (buih kotor yang terbawa air saat banjir). Pastilah Allah akan cabut rasa segan yang ada di dalam dada musuh kalian, kemudian akan Allah campakkan kepada kalian rasa wahn". Kata para sahabat:"Wahai Rasulullah, apa wahn itu?" Beliau menjawab:"Cinta dunia dan takut mati".(HR. Abu Daud, Ahmad)

Na'udzubillahi min dzalik.. Astaghfirullahal 'adzim.. Jangan sampai kita termasuk golongan orang yang disebutkan Rasulullah seperti ghutsa' (buih kotor yang terbawa air saat banjir) dan terlalu mencintai dunia sampai-sampai takut pada kematian. Dalam setiap aktivitas kita, kalau bisa semua diniatkan untuk meraih ridho Allah. Insya Allah dengan begitu kita akan terhindar dari sesuatu yang sifatnya cinta dunia. Semoga sahabat-sahabatku semua dapat mengambil hikmahnya.

Wassalamu'alaikum wr wb 

Salam perjuangan. Allahu Akbar!

Jumat, 07 Maret 2014

Dakwah is My Life

Assalamu'alaikum wr wb
  Berdakwah tak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak cobaan dan rintangan yang dilalui. Meskipun bila seseorang fitrahnya memang adalah orang yang baik dan suka berbuat baik namun tetap saja tak mudah mengajak orang lain pada kebaikan. Sahabat-sahabatku sesama pendakwah tak seharusnya kita mengeluh bilamana usaha kita untuk mengajak orang lain belum membuahkan hasil. Jika kita berhenti sekarang siapa yang nantinya akan mengingatkan mereka? Siapa yang menjelaskan pada mereka mana yang benar dan mana yang salah? Bila ada orang lain yang mengajak sahabat-sahabat kita yang belum tahu ilmu agama kepada kebatilan bangaimana? Apakah sahabat-sahabatku tega melihat sahabat kita yang lain terjerumus di jalan yang salah?
   Aku akan sedikit bercerita..
Saat aku masih duduk di bangku SMA, aku senang sekali ada banyak teman yang bisa diajak untuk shalat Dhuha bareng.. Kita kemana-mana bareng.. Ibadah bareng, main bareng, makan juga bareng.. Hmm rasanya begitu damai..
   Tapi semua berubah semenjak negara api menyerang (# avatar) ..Hehe bukan bukan maksudku semua berubah ketika kami duduk di bangku kelas XI SMA.. Ada beberapa dari kami yang beda kelas.. Lagi pula saat awal kelas XI waktuku disita untuk menjadi panitia MOS (Masa Orientasi Siswa) untuk adik kelasku yang baru saja masuk. Di situlah awal mula kerenggangan itu aku rasakan.. Kami jadi jarang bersama-sama dan mereka sudah punya teman dekat yang lainnya... Sementara aku masih terus berharap kami akan terus bersama :'(
   Sedih iya.. Tapi yang lebih menyakitkan saat aku mengajak shalat Dhuha lagi mereka lebih memilih ke kantin dengan teman yang lain.. Sahabat-sahabatku para pembaca, aku bukanlah orang yang bisa sendirian. Di saat bersama mereka pun aku juga tidak terlalu istiqomah tapi setidaknya aku berusaha. Namun dengan kenyataan dimana tidak ada lagi yang bisa diajak shalat Dhuha bareng, aku mulai goyah.. Awalnya aku merasa nggak masalah meski seperti itu tapi aku jadi ngrasa bener-bener nggak punya temen.. Tapi di saat itulah air mata itu mulai keluar di sela-sela doaku.. Di sinilah kenikmatan batin yang jarang ku rasakan.. Di mana aku merasa memang hanya Allah-lah yang selalu ada untukku.. Hanya Allah-lah yang selalu memahami dan memperhatikanku.. Hanya Allah-lah tempat aku kembali..
   Perasaan yang lain muncul kembali... Aku jadi bertanya-tanya apa untuk dekat dengan Allah aku harus begini? Sendirian.. dan Menangis.. Tapi sungguh bila diingat Rasulullah SAW pernah bersabda," Jadilah kau di dunia seperti perantau atau orang mampir dan anggaplah dirimu termasuk penghuni kubur"(HR.Bukhari)
Bila mengingat hadist itu tentu sahabat-sahabat para pembaca juga teringat kematian bukan? Di alam kubur nanti, saat kita ditanyai oleh malaikat Mungkar Nakir kita pasti sendirian tidak ada seorangpun yang akan menemani kita ataupun menolong. Jadi, mumpung kita masih hidup manfaatkanlah hidup kita untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat ya :)
  Sahabat-sahabatku para kader dakwah..  Jangan bersusah hati jikalau memang berat dalam menyampaikan kebaikan terlebih merubah orang lain.. Jalan satu-satunya setelah berusaha bila memang sulit adalah sabar, ikhlas, dan tawakal.. Serahkan semua pada-Nya.. Perkuat iman kita juga sehingga tidak mudah goyah oleh godaan-godaan syaitan.. Sekian dulu ya semoga sahabat sekalian dapat mengambil hikmahnya. Tidak ada niatan untuk menjelek-jelekkan yang lainnya.. ini semata hanya contoh kecil seperti mengajak shalat sunah, supaya jangan sampai dakwah kita terhenti hanya karena orang yang kita ajak justru menjauh dari kita..
   Siapkan sahabat-sahabat semua menjadi kader dakwah yang pantang menyerah?? Pasti siap deh :D
Bila ada salah dari tulisanku "Astaghfirullahal 'adzim" mohon maaf ya semuanya..
Wassalamu'alaikum wr.wb

Salam Perjuangan.. Allahu Akbar!

Selasa, 28 Januari 2014

Kado yang Menangis

Kado yang Menangis
Karya Anisa Nurul islamadina
Hari ini seharusnya menjadi hari dimana orang-orang yang sayang padaku mengucapkan, “selamat ulang tahun, Nisa” sambil tersenyum dan memberikan kado untukku. Aku masih ingat saat ulang tahunku ke-17 teman-temanku menyembunyikan laptopku tapi aku tak sadar hingga pulang sekolah. Saat itu hujan turun dengan derasnya belum lagi perutku sudah berbunyi minta diisi. Aku memutuskan untuk pulang saja karena mungkin bisa saja memang hari itu aku tak membawa laptop. Kurasa teman-temanku melupakan satu hal bahwa aku orangnya memang pelupa jadi aku tidak ingat apa aku membawa laptop atau tidak. Haha parah ya? Tapi begitulah aku.. Teman-temanku pada akhirnya kesal dan memberitahukan padaku bahwa tadi aku memang membawa laptop. Aku tidak percaya karena aku tidak ingat bahwa aku memang membawa laptop. Huum.. Akhirnya teman-temanku memberitahu padaku bahwa sebenarnya mereka menyembunyikan laptopku. Waaaaa! Pantas saja perasaanku dari tadi tidak enak. Aku langsung menggeledah satu per satu loker di bagian belakang ruang kelasku. Benar saja ada loker yang dikunci.. Pasti kuncinya dibawa salah seorang temanku begitulah pikirku saat itu.
Temanku memberitahu padaku bahwa kunci loker yang berisi laptopku di bawa si *****. Aku sensor ya..Haha. Katanya si ***** sedang berada di kantin belakang sekolah. Aku langsung menuju ke sana. Setelah keluar dari pintu… Byuur.. basahlah sudah air yang kotor dan bau itu melumuri badanku dan membuat basah seragamku. Cerita selanjutnya mungkin sama dengan beberapa kisah yang para pembaca alami. Teman-temanku membawakan tumpeng kecil untukku dan seorang temanku yang pada hari itu dirayakan sekaligus. Sebenarnya tanggal ulang tahun kita tidak sama cuma sama-sama November aja.. hehe :-)
Hmm.. kalau diingat begitu indah. Eittss.. STOOOOP! Sekarang aku udah jadi mahasiswi nggak ada lagi yang namanya acara siraman. Namun aku sebenarnya tidak mau kisah ini terjadi padaku di hari ulang tahunku. Eyang kakungku yang sebelumnya nggak pernah sakit semiggu sebelum hari ulang tahunku masuk rumah sakit gara-gara sakit prostat. Seharusnya di hari ulang tahunku eyangku sudah sehat karena sudah dioperasi, tapi yang terjadi eyangku justru masuk ruang ICU. Yah, tepat di hari ulang tahunku 22 November.
Hari itu entah kenapa aku terlambat masuk kelas dan tidak diizinkan mengikuti mata kuliah Matriks dan Vektor. Ternyata yang terlambat bukan hanya aku tapi ada 36 anak yang lain, yang tidak terlambat hanya 11 orang. Biasanya dosenya tidak mempermasalahkan keterlambatan tapi entah mungkin karena lagi dapet, beliau jadi sensitif. #padahal dosennya laki-laki..hehe : p
Setelah beliau keluar ruangan aku masuk ke kelas untuk menanyakan materi dan tugas yang tadi diberikan dosen pada temanku yang tidak terlambat. Aku langsung mengerjakan tugas itu. Setelah selesai, aku baru menyadari bahwa ada beberapa SMS yang masuk dan ternyata itu dari abiku. Aku syok ketika membaca SMS itu. Aku langsung meminta temanku untuk mengizinkanku untuk tidak mengikuti mata kuliah Fisika Dasar dan Bahasa Inggris dan bergegas ke rumah sakit.
Aku benar-benar kehilangan rasa tenangku. Di perjalanan menuju rumah sakit aku tak bisa menahan rasa sedih yang mengiringi memori-memori yang muncul bersama eyang kakungku. Aku berdoa,”Ya Allah.. jangan panggil orang yang begitu sabar.. sosok yang begitu sabar seperti eyang kakungku.. sosok yang tidak pernah marah apapun alasannya jikalau beliau marah mungkin hanya dipendam dalam hati untuk segera dimaafkan..di mana aku bisa menemukan sosok seperti itu lagi di dunia ini jika Engkau mengambilnya Ya Allah..”. Saat itu aku mengingat waktu pertama kali menengok beliau di rumah sakit. Pasti tidak ada yang menyangka apa yang diucapkannya saat melihatku datang.
“Nis, sikilmu wis mari durung?”
(“Nis, kakimu sudah sembuh belum?”)
“Belum, Eyang. Masih sakit tapi ini udah aku balut pakai kain kassa.”
Dalam hati aku merinding.. Ya Allah.. Abiku aja nggak pernah nanyain kakiku yang sakit.. Tapi eyang kakung.. Padahal eyang lagi sakit masih sempet-sempetnya mikirin keadaanku..
Sebenernya kakiku udah seminggu lebih kena infeksi nggak sembuh-sembuh. Di beberapa jariku sama telapak kaki berdarah dan bernanah. Sebenernya sakit buat jalan apalagi naik motor kan harus nginjek gigi sama rem.. tapi nggak masalah bagiku.. Rasa sakitku nggak seberapa dibandingin rasa sakit yang dirasain eyang kakungku begitulah pikirku saat itu.
Keadaan eyang kakung tak kunjung membaik.. sampai pada tanggal 24 ada salah seorang saudaraku mengirim SMS bahwa eyang kakungku kritis. Di saat bersamaan sahabat MANku datang membawa kue ulang tahun. Aku tidak bisa menemani mereka lama karena harus ke rumah sakit. Aku tidak bisa bahagia melihat kue itu.. ini justru tambah membuatku takut pada kematian yang bisa saja merenggut eyang kakungku. Meskipun begitu aku merasa senang sahabat-sahabat MANku masih ingat saja pada hari ulang tahunku. Makasih banyak ya Mbak Zaza (Ikka Novita Nur Hafizhah) dan juga Tri Rahmawati..
Aku dan keluargaku pun langsung menuju ke rumah sakit. Ternyata sesampainya di sana kondisi eyangku justru membaik. SMS tadi hanya kesalah pahaman. Aku lega sekali.. Allah masih memberi kesempatan eyangku untuk terus hidup. Tapi itu hanya sampai pada tanggal 27 November.
Siang itu di masjid aku dan teman-temanku sedang mengerjakan paper tentang K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja). Tiba-tiba abiku menelponku.
“Hallo. Assalamu’alaikum,”
“Wa’alaikumussalam..mbak.. Mbak Nisa, bisa pulang sekarang? Asyam* sendirian. Abi harus ke rumah sakit.”
*)Asyam: adikku nomer 6 (umurnya 2th sekarang)
“Lha ini masih ngerjain tugas, Bi. Nanti juga masih ada kuliah.”
“oh… ya sudah. Assalamu’alaikum”
“Wa’alaikumussalam warahmatullah.”
Saat itu aku berpikir ke rumah sakitnya nanti aja habis kuliah soalnya dari kemarin udah izin berkali-kali. Aku pun melanjutkan membuat paper. Tak lama kemudian, abiku menelpon lagi.
“Mbak, Eyang kritis.”
“Innalillahi wa inna illahi raji’un.. Ya sebentar,Bi. Aku ke sana.”
                Aku sempat berpikir itu hanya kesalahpahaman lagi seperti beberapa hari yang lalu jadi aku memutuskan untuk melanjutkan sedikit lagi baru pergi ke rumah sakit. Tapi tak lama abiku menelpon lagi.
“Mbak.. Eyang udah meninggal.”
Gleek..
Rasanya mau nangis tapi nggak bisa.. Begitu banyak penyesalan.. Tanganku agak gemetar menjamah barang-barangku untuk segera berkemas menuju rumah sakit. Aku pasrahkan tugas paper ke teman-temanku.
Lagi-lagi di perjalanan air mataku tumpah..
Aku tidak bisa lagi melihat eyang kakungku tersenyum.. Aku tidak bisa lagi mendengar  eyang kakungku bernyanyi sambil memainkan gitar.. Aku tidak bisa lagi menyentuh tangannya yang penuh kasih sayang itu saat berpamitan pergi ke kampus..
Hal yang lebih menyesakkanku saat eyang kakungku siuman setelah dioperasi eyangku mengalami halusinasi. Mungkin itu efek obat bius saat operasi yang masih tersisa. Namun di tengah alam antara sadar dan tidak, beliau selalu menanyakan jam.. Eyangku takut kalau tertinggal waktu sholat karena sewaktu beliau sehat selalu langsung sholat begitu mendengar adzan.. Di tengah alam itu pula eyangku mengatakan berbagai macam hal yang menjadi tanggung jawabnya untuk dikerjakan oleh kami sendiri.. Saat itu kami tidak sadar bahwa mungkin itu sebagai salam perpisahan dan lagi-lagi.. eyangku selalu memikirkan seluruh keluargaku termasuk aku..
Tanggal 27 November, pukul 16.30 eyang kakungku di bawa pulang ke rumah. Di sana sudah disiapkan tenda untuk pelayat. Malam hari semakin banyak pelayat yang datang, termasuk sahabat yang sangat aku sayangi Tesa.. Sahabat yang selalu menjadi orang pertama yang mengucapkan “selamat ulang tahun” di hari ulang tahunku. Ada satu hal yang membuatku heran ada satu orang sahabatku yang kuanggap dekat dulunya dan dia juga tinggal tak jauh dari rumahku, tapi dia tidak datang.. Aku kecewa sebenarnya.. apa dia hanya ada saat senang saja? Padahal rumah Tesa cukup jauh tapi dia menyempatkan datang bersama ibunya. Apa aku punya salah padanya? Hanya Allah yang Tahu..
Malam itu, aku dan adik-adikku membacakan Surat Yasin didekat eyang.. Ku harap eyang mendengar bacaan Qur’an kami, yang khusus kami persembahkan buat eyang kami tercinta :’
Esoknya aku berjaga diujung tenda untuk memberikan konsumsi bagi para pelayat. Ada sahabatku yang datang lagi, dia bernama Mega Oktaviani.. Jazakillah sahabatku J. Saat adzan Dzuhur berkumandang jenazah eyangku dibawa ke masjid untuk disholatkan. Di situlah aku menatap keranda hijau bertuliskan Laa illaha illallah lamat-lamat.. dan di situlah tangisku dan keluargaku pecah.. Sepertinya kami merasa ada sesuatu yang hilang dari jiwa kami.. Kami merasa kosong.. Hati kami terasa sangat pedih.. Meski aku tahu ini sudah takdir dari Yang Maha Kuasa, Allah SWT..
Kami mengantar jenazah eyang sampai kembali lagi di tempat asal manusia dulu. Di sana setelah semua pelayat mendoakan giliranku dan keluargaku mendo’akan lagi khusus untuk eyangku tercinta. Air mata kami kembali berjatuhan bersama sendunya hati kami. Lalu kami pulang dan kehidupan kami kembali berjalan meski tetap terasa ada yang hampa..
Selamat jalan eyang kakung.. Kami selalu mendo’akanmu.. Semoga eyang mendapat tempat terbaik di sisi Allah.. Aamiin :’)

Barakallah buat sahabatku yang milad hari ini tanggal 28 Januari  :D
Maaf ya, aku malah cerita tentang kisah yang menyedihkan ini padamu di hari ulang tahunmu..
 Aku nggak bermaksud membuatmu merasa sedih tapi aku yakin kamu pasti mengerti apa yang aku maksud..
Sahabat, di hari yang spesial ini aku ingin kamu menjadi insan yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.. Menjadi insan yang bisa membuat orang lain tersenyum dan bahagia.. Menjadi seorang hamba Allah yang selalu ingat pada-Nya dimana pun dan kapan pun.. Menjadi seorang hamba Allah yang selalu taat dan patuh pada-Nya.. Menjadi hamba Allah yang selalu melakukan sesuatu diniatkan karena meraih ridho Allah :-)
Makasih banyak selama ini kamu sudah melukiskan hari-hari yang begitu luar biasa untukku meskipun kamu jauh di Madinah tapi kamu tetep inget sama sahabatmu yang selalu membuatmu kesal ini..Hehe
Sahabat, aku ingin suatu hari nanti bisa melihatmu tersenyum karena aku.. Aku merasa selama ini kamu yang selalu membuatku tersenyum karenamu.. Tapi aku tetap ingin ukhuwah yang selama ini kita jalin mendapat ridho-Nya.. Jadi, tetap saling mengingatkan ya supaya kita bisa menjadi hamba-Nya yang terbaik.. Aamiin
Hmb.. karna kita harus saling mengingatkan aku mau mengingatkan satu hal.. Janji adalah hutang maka harus kita tepati karena Allah adalah saksinya.. Jadi, buat siapa pun yang berjanji harus memenuhinya termasuk aku..







Rabu, 04 Desember 2013

Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Juarai Kompetisi Essay Nasional

Rabu, 4 Desember 2013 10:27:04 WIB
Dilihat : 526 kali



Imam Sopyan, mahasiswa Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam UIN Sunan Kalijaga, berhasil menjadi juara pertama pada kompetisi essay nasional yang diselenggarakan oleh Badan Pengkajian dan Pengamalan Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS). Imam Sopyan berhasil menyisihkan lima puluh peserta lainnya dari berbagai universitas di Indonesia. Kompetisi ini diselenggarakan dalam dua tahap seleksi, yaitu seleksi naskah essay dan seleksi presentasi. Dalam seleksi naskah essay, Imam berhasil lolos ke dalam lima besar, bersama empat mahasiswa lainnya, yaitu Denny Iswanto (UIN Syarif Hidayatullah), Riki Purnomo (Universitas Muhammadiyyah Surakarta), Nur Rizqy Febriandika (Universitas Muhammadiyyah Surakarta), dan Erin Nuzulia Istiqomah (Universitas Indonesia). Kelima finalis tersebut diundang untuk mempresentasikan essaynya mereka di depan dua dewan juri yang berkompeten di bidangnya. Presentasi tersebut diselenggarakan di Ruang Sidang I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) pada 2 November 2013.
Berdasarkan hasil penilaian dari dua dewan juri, presentasi Imam Sopyan dengan judul essay “Bergerak dari Kampus Menuju Bangsa Paripurna: Inteligensia Profetik dan Tanggung Jawab Sosio-Transedental Mahasiswa Islam” berhasil mengungguli finalis lainnya. Imam Sopyan mendapatkan total poin 400 dari Juri I dan 380 dari Juri II (780 poin). Ia unggul 10 poin dari Juara II, Denny Iswanto, yang mengumpulkan poin 770. Juara II ditempati oleh Erin Nuzulia Istiqomah dengan total poin 760.
Dalam essaynya, Imam Sopyan menggagas urgensi berbagai organisasi mahasiswa, seperti HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyyah), dan yang lainnya untuk menjadi ‘pabrik’ para pemimpin umat dan bangsa. Dengan menelusuri jejak sejarah perjuangan kemerdekaaan bangsa Indonesia, mulai dari Jong Islamieten Bond (JIB) dan Studentent Islami Studie Club (SIS) pada awal abad 20. Imam Sopyan optimis bahwa hanya mahasiswa yang merapatkan diri dalam barisan organisasi mahasiswalah yang kelak mampu menjadi agen perubahan (agent of change) dalam konteks keumatan dan kebangsaan. Atas prestasinya ini, Imam Sopyan berhak atas Piala Tetap Rektor Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) dan uang pembinaan sebesar 1 juta rupiah. (**Din Humas*)

Sumber: http://uin-suka.ac.id/index.php/page/berita/detail/801/mahasiswa-uin-sunan-kalijaga-yogyakarta-juarai-kompetisi-essay-nasional
 

Minggu, 29 September 2013

Penjaga Hati

Puisi ini adalah persembahan khusus untuk seseorang yang tak mungkin aku sebut namanya. Ada yang pernah mengatakan semakin sering kita bilang bahwa kita mencintai orang tersebut bisa jadi cinta itu diragukan. Karena cinta bukan untuk diumbar tetapi akan lebih baik bila dirasakan oleh hati. Aku tahu cinta ini bisa saja berbahaya karena bisa saja menjatuhkanku ke lembah kemaksiatan. Ya Allah.. ridho kah Engkau dengan cinta yang kau hadirkan di hati hambamu ini? Cinta ini memang fitrah karena hamba adalah insan biasa namun rasa gelisah saat memikirkan dirinya bisa membuat iman bergoyah.. Ya Allah.. ampuni hambamu ini yang terlalu terjerat nafsu dunia.Izinkan air mata ini mengalir terus dalam tiap sujud dan doaku.. kumohon Ya Allah.. jagalah hatinya untukku seorang.. dengan begitu untuk saat ini aku serahkan semua padaMu..

Penjaga Hati
Karya : Anisa Nurul Islamadina

Jangan biarkan hati merasa selainnya
pabila memang kurasa sosoknya terbias
tapi itu harus tak menjadi lebih jauh
cukup berfikir tentang suatu pasti
Andai ia tak terlalu jauh
mungkin hati kan sedikit tenang
Tanpa ada rasa gundah dan gelisah merugi
Wahai penjaga hati.. Kumohon jangan lekas engkau memudar
bersama dengan angin malam yang dingin
Wahai penjaga hati..
Kumohon jangan lekas kau hilang besama rapuhnya perasanku
Wahai penjaga hati..
Kumohon nantikanlah selalu diriku
meski kadang aku tak menantimu
Wahai penjaga hati..
Kumohon lindungi hatiku..
dengan segenap ketulusan cintamu
Wahai penjaga hati..
Sinarilah aku di saat gelap
Agar diriku tak tersesat pada hati yang lain
Wahai penjaga hati..
Teduhkanlah jiwaku..
Agar cintaku tetap satu hanya padamu